Cuaca mendung menyertai saat saya membuat artikel ini. Membuat semakin teringat bahwa selama ini saya telah mengalami banyak sekali kekalahan. Hanya sedikit tindakan perbaikan yang telah saya lakukan. Dan ini sama sekali tidak cukup untuk membuat saya bangkit.

Mungkin keegoisan telah membuat saya menutup diri untuk belajar dari pengalaman orang yang lebih senior dari saya. Saya terus bertanya dalam diri sendiri, bukankah jika kita belajar dari pengalaman orang lain, akan membuat kita selalu menjadi ekor karena kita selalu mengikuti jejak orang tersebut.
Sesaat kemudian, saya juga berpikir saat melihat dua hp di meja saya Samsung dan Blackberry. Keduanya memiliki fungsi utama yang sama, yaitu sama-sama bisa buat telepon dan sms (jika ada pulsanya pastinya). Namun keduanya memiliki tampilan dan stylenya masing-masing. Hanya karena mempunyai fungsi utama yang sama, tidak lantas membuat satu sama lain saling mengekor. Keduanya mempunyai tempat istimewa di hati pengguna nya. Dan mungkin tidak ada pengguna yang bilang Samsung nomor 2 setelah Blackberry, ataupun Blackberry nomor 2 setelah Samsung.
Dari satu contoh pemikiran kecil tersebut saya berpendapat bahwa belajar dari kesalahan dan pengalaman orang lain tidak lantas membuat kita selalu menjadi nomor dua dalam hidup. Masing-masing dari kita punya gaya atau style masing-masing dalam menjalani hidup. Walupun tujuan utama kita tetap sama di ujungnya, menjadi manusia yang lebih baik setiap saat.
Bagi saya awali dengan berdo'a, berpikir, bertindak, evaluasi, dan kembali berdo'a mungkin bisa mendekatkan kita dalam memperbaiki kesalahan dan bangkit kembali dari kekalahan yang telah kita alami. Dan diharapkan dengan memperbaiki ini semua bisa mendekatkan kita dengan apa yang kita inginkan.
Selalu ada pelajaran yang bisa diambil, baik itu dari kisah hidup kita, ataupun pengalaman orang lain. Semua pelajaran akan menjadi baik jika kita menerima dan menjalankannya secara baik. Begitu pula sebaliknya akan menjadi jelek jika kita salah dalam memahami nya.
Entah apakah anda bisa mengambil pelajaran dari apa yang salah tulis ini, atau mungkin anda menganggap saya terlalu dangkal dalam menyimpulkan ini semua. Saya tidak terlalu memikirkan hal tersebut. Namun saya akan sangat berterima kasih jika anda menambahkan apa yang ada dalam pikiran anda setelah membaca artikel ini di dalam kotak komentar dibawah ini. Harapan saya semoga yang sedikit ini bisa berguna buat diri saya pribadi pada khususnya, dan berguna buat anda sekalian.